Home » » Brave to dream

Brave to dream

Brave to dream
Brave to Action

“…Aku terbangun ketika mimpiku belum selesai…Maka aku melangkah untuk mewujudkannya!”
-Sousaka Nashimi woYasashisa Ni, “Step by Step”, OST Naruto
Life is choice, hidup adalah pilihan. Kita akan hidup sesuai dengan apa yang kita tentukan. Menjadi muslim sejati harus memiliki pilihan yang jelas dalam meniti jalan juang ini. Impian, salah satu pilihan yang harus kita tentukan sekarang, sebelum momentum hilang dari gengaman tangan, karena setiap muslim dituntut untuk menjadi visioner. Karena antum lebih tau dengan potensi antum, maka tentukan yang sesuai dengan potensi antum. Bermimpilah, dan yakinlah bahwa setiap kita bisa asalkan kita mau meraihnya, itu kuncinya.
Impian kan sama dengan angan-angan kalau tak pernah dibuktikan. Action, langkah nyata, inilah yang kan membuktikan impian kita. Berani bermimpi berani beraksi, brave to dream brave to action. Maka mulailah tuk melangkah. Melangkah tuk meraih impianmu. Khalid bin Walid memiliki impian tuk menetap di taman abadi tanpa harus ngantri hisab, mati syahid. Maka setiap kali ada genderang perang, beliau pasti hadir di situ. Begitulah langkah Khalid dalam meraih impiannya. Meskipun akhirnya beliau harus mati di atas ranjang. Tapi ingatlah bahwa Allah takkan menyia-yiakan usaha hamba. Sekali lagi, langkah nyatalah yang kan membuktikan impian kita. Take action now!!
Man Jadda wa Jada, mungkin kita sering mendengar dan melafalkan ungkapan ini, bukankah begitu? Yaph. Namun tidak banyak diantara kita yang mengaplikasikannya, terlebih penulis yang mungkin hanya dapat menebar motivasi. Seorang yang bermimpi menjadi `ulama misalnya, mustahil ia dapat mengapainya kalau tidak berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya, begitu juga impian lainnya. Ingat, semua butuh proses, tak ada yang instan di dunia ini. Dan di setiap proses butuh keseriusan. No pain, no gain.
Sebuah penelitian menyampaikan bahwa seseorang baru akan menjadi ahli dalam bidang yang ia pilih apabila ia telah berlatih selama 10.000 jam di bidang itu. Kalau ia berlatih 3 jam setiap harinya, maka ia butuh waktu 10 tahun. Kalau ia berlatih 6 jam setiap harinya, maka ia butuh waktu 5 tahun untuk dapat menguasai keahliannya. Memang lama prosesnya, tapi yakinlah bahwa di setiap derap langkahlah Allah kan membalas. Pilihan berada di tangan antum, antum mau jadi `ulama, penulis best seller, pembicara handal, motivator, atau inspirator itu semua pilihan antum, yang urgent antum mau bukitkan impian antum dengan amal nyata tuk meraihnya. Karna impian tak kan pernah diraih dengan badan istirahat. Dan yang lebih urgent dari itu semua adalah bahwa semua impian harus berada di bawah bimbingan Ilahi yang akan membuahkan kemuliaan dan kebahagian di dunia, dan yang pasti di akherat kelak.  
Tersemyumlah, sekali lagi kembangkan senyum antum wahai ikhwah (yaah… bagus), meskipun kita harus berusaha tuk meraih impian kita, tapi jalanilah semua itu dengan senyum tulus dan senag hati. Mulailah dengan senyuman lalu melangkahlah dengan penuh semangat dan terakhir mintalah kekonsistenan serta kesabaran kepada yang memberi kesuksesan, Allah Jalla wa ‘Ala, dalam mengapai impian itu.

Terakhir (sebelum antum meninggalkan coretan-coretan yang rada’ binggungkan ini),  agar tulisan ini bermanfaat bagi yang mebaca, maka satu pintaku  just do it! Karna tanpa amal apa arti tulisan ini. Mari berusaha bersama meraih impian suci kita. Ma’an Najah.
Thanks for reading Brave to dream

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar