Tips Menghafal Al-Qur’an
.
Hay
sabat semuanya??? Mungking semua orang itu pengen hafal Al-Qur’an,,, tetapi
kalau hanya angan - angan dan tidak ada tindakan secara nyata,,, Apakah akan
bisa terwujud cita-cita yang mulia ini? Nah berikut ini akan kita jelaskan
kiat-kiat atau cara-cara yang insaallah dapat mewujudkan cita-cita tersebut.
Secara umum, berikut adalah beberapa tips untuk dapat
menghafal Al-Qur’an dari seorang hafiz juara lomba menghafal qur’an di tingkat
nasional maupun internasional, Mudhawi Ma’arif (semoga Allah merahmati beliau):
Untuk
memudahkan kita dalam menghafal, ada syarat-syarat yang harus kita pegang
kuat-kuat, yaitu:
- Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
- Berniat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjadi hamba-hamba pilihan-Nya yang menjaga Al-Qur’an
- Istiqomah (teguh hati).
- Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar, baik tajwid maupun makharij setiap huruf.
- Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah).
- Minimal sudah pernah khatam Al-Qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali).
- Konsisten menggunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok).
- Konsisten menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu.
- Memahami ayat yang akan dihafal
Ada
tiga tahap utama yang harus dilakukan seorang penghafal Al-Qur’an, yaitu:
- Persiapan (isti’dad)
Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal. Contohnya: - Sebelum tidur malam, lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara cepat (jangan langsung dihafal secara mendalam).
- Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi.
- Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala.
- Pengesahan (tashih/setor)
Setelah melakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat suatu halaman tertentu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan kita kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, lakukan hal-hal berikut: - Berikan tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)
- Ulangi setoran sampai dianggap benar oleh ustad.
- Bersabarlah untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan.
- Pengulangan (muroja’ah/penjagaan)
Setelah setor, jangan meninggalkan tempat (majelis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulangi lagi beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkan kita untuk pulang.
Manfaat Menghafal Al Quran dengan
Prestasi di Sekolah
Lantas, apa pengaruhnya dengan
prestasi belajar siswa di sekolah? Bukannya dengan menghafal AL Quran itu berarti
mengurangi waktu belajar siswa? Anda jangan melihat dari sisi itu.
Anak yang terbiasa dalam
menghafal Al Quran, secara tidak langsung dia akan lebih bisa berdisiplin dan
mengatur waktu. Anak akan belajar keseriusan dalam menjalani hidup. Menghafal Al
Quran mempunyai pengaruh yang baik dalam pengembangan ketrampilan dasar paa
siswa sehingga bisa meningkatkan prestasi akademik mereka.
Profesor psikologi di Universitas
Imam Muhammad bin Su’ud al-Islamiyah di Riyadh, Dr. Abdullah Subaih berpendapat
bahwa dengan menghafal Al Quran berarti siswa terlatih untuk berkonsentrasi.
Kita tahu bahwa pendidikan formal juga dibutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk
mempelajarinya, Nah dengan belajar menghafal Al Quran maka dia akan terlatih
dengan konsentrasi yang tinggi.
Konsentrasi yang tinggi ini
dihubungkan dengan kinerja otak. Menurut M. Ngalim Poerwanto, dalam bukunya
yang berjudul Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992 – hal. 52)
Jika sel-sel otak bekerja atau difungsikan terus dengan hal-hal positif dan
aktif, maka akan menjadi lebih kuat.
Jika kita melihat contoh ulama
zaman dahulu, seperti Imam Syafi’i, beliau telah menghafal Al Quran sejak
usianya belum baligh, yakni 10 tahun. Jadi kekuatan otak dalam menghafal Al
Quran sebaiknya dimulai sejak usia dini. Ini diperkuat juga dengan pendapat
dari Dr. Abdurrahman Abdul Kholik yang menyatakan bahwa usia anak-anak dari 5
tahun hingga 23 tahun adalah usia manusia dengan kekuatan hafalan yang sangat
bagus.
Fakta-fakta di atas diperkuat
lagi dengan studi yang dilakukan oleh DR. Shaleh Bin Ibrahim Ashani, dosen dari
Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh. Dalam penelitiannya beliau
melibatkan dua kelompok siswa-siswi Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah.
Dalam studinya ini disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara kuantitas
hafalan AL Quran dan tingkat kesehatan mental dan psikologis siswa. Makin
banyak hafalan Al Quran, maka siswa tersebut cenderung memiliki tingkat
kesehatan mental yang lebih baik dibanding mereka yang memiliki hafalan yang
rendah. Kesehatan mental inilah yang berpengaruh pada pengembangan keterampilan
siswa dan prestasi akademik di sekolah.
Allah SWT berfirman: Sebenarnya,
Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi
ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang
zalim. [Al-'Ankabuut Ayat : 49]
Nah, ayo kawan mari kita semangat
dengan menghafal Al Qur’an daripada kita membuang - buang waktu dengan hal hal
yang tidak penting seperti nonton tv, sms an dengan pacar, melamun, dll.
SELAMAT MENCOBA YA
TEMAN !


0 komentar:
Posting Komentar